Sabtu, 10 Mei 2008

MENCEGAH MEMBASMI DAN MENGENDALIKAN RAYAP PADA BANGUNAN

MENCEGAH MEMBASMI DAN MENGENDALIKAN RAYAP PADA BANGUNAN


Rayap, tubuhnya memang kecil, tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat untuk menghancurkan sebuah bangunan. Belum banyak yang mengetahui cara pencegahan dan pengendaliannya. Karena semakin lama rayap dibiarkan dilingkungan anda, maka semakin besar kemungkinan mereka mengakibatkan kerusakan yang lebih jauh lagi.

Rayap merupakan jenis serangga yang tidak asing lagi ditelinga kita, yang selalu dikaitkan dengan “si perusak” keberadaannya sangat menyeramkan dan dengan gerakan komunitinya dapat meruntuhkan bagian rumah atau gedung.

Di Indonesia khususnya di DKI Jakarta kecenderungan serangan rayap semakin tinggi pada bangunan gedung, bukan hanya yang berfungsi sebagai hunian tetapi juga pada bangunan gedung bertingkat untuk fungsi usaha seperti perkantoran, apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan. Bahkan beberapa gedung di DKI menunjukkan sudah mulai atau pernah digerogoti rayap tanah, seperti Gedung Bina Graha Jakarta, Museum Gajah, Purna Bakti Pertiwi, Gereja Immanuel, Masjid Manggala Wanabhakti serta beberapa bangunan gedung sekolah dan lebih dari 10 apartemen bertingkat di daerah Simprug, HR Rasuna Said, Semanggi, Menteng, dan Kelapa Gading.

Salah satu penyebab bergerak cepatnya penyebaran rayap di DKI adalah, karena hampir seluruh daerah di ibu kota ini, berada pada dataran rendah dengan suhu yang hangat dan kelembaban yang tinggi sehingga kondisi lingkungan ini sangat disukai oleh beberapa jenis rayap. Hal lain adalah pengaruh lahan-lahan yang ada berupa tanah merah gembur dan bekas pertanian, di mana 90 persen mengandung populasi rayap yang tinggi.

Tidak tanggung-tanggung menurut data kerugian ekonomis yang dialami Indonesia sampai pada tahun 2000 akibat rayap mencapai angka Rp 2,67 triliun, serta rata-rata persentase serangan rayap pada bangunan perumahan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Batam mencapai angka 70% lebih, angka tersebut akan semakin bertambah melihat kecenderungan terakhir ini, bahwa nilai kerugian akibat rayap setiap tahunnya meningkat sekitar lima persen seiring meningkatnya pembangunan gedung, terutama gedung bertingkat yang ada di Jakarta.

RAYAP DAPAT MENEMBUS TEMBOK

Rayap merupakan serangga berukuran kecil yang hidup berkelompok dengan sistem kasta yang berkembang sempurna. Serangga ini masuk dalam ordo isoptera (dari bahasa Yunani, iso = sama dan ptera = sayap). Dijelaskan, di dalam biosfera, pada dasarnya rayap merupakan bagian dari komponen lingkungan biotik yang memainkan peranan penting, seperti dapat membantu manusia menjaga keseimbangan alam dengan cara menghancurkan kayu untuk mengembalikannya sebagai unsur hara dalam tanah. Namun karena perubahan kondisi habitat akibat aktivitas manusia, sangat potensial mengubah status rayap menjadi serangga hama yang merugikan.

Seperti halnya pemanfaatan lahan dari areal perkebunan menjadi daerah pemukiman, telah mengakibatkan habitat alami rayap terganggu dan mencari sumber makanan baru berupa kayu atau material berselosa lain yang terdapat pada bangunan gedung, sebagai contoh, berbagai kasus serangan rayap pada bangunan gedung di DKI Jakarta banyak terjadi di daerah bekas perkebunan karet.

Serangga ini memang tidak mengenal kompromi dan melihat kepentingan manusia, dengan merusak mebel, buku-buku, kabel-kabel listrik, telepon, serta barang-barang yang disimpan. Untuk mencapai sasarannya, rayap tanah dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa sentimeter.

Serta apapun bentuk konstruksi bangunan gedung, seperti slab, basement atau crawl space, dapat ditembusnya lewat lubang terbuka atau celah sekecil satu per-enam empat inci. Baik celah pada slab di sekitar celah kayu atau pipa ledeng, serta celah antara pondasi dan tembok, maupun pada kuda-kuda atap. Atau rayap juga dapat membuat lubang di atas pondasi, terus ke atas hingga mencapai kuda-kuda dan di seluruh permukaan tembok.

Beberapa faktor pendorong serangan rayap pada bangunan, antara lain banyaknya kayu yang tertimbun di dalam tanah saat pembangunan, adanya celah pada pondasi tembok, sistem ventilasi kurang baik, kayu yang berhubungan langsung dengan tanah, dan kondisi bio-fisik tapak bangunannya itu sendiri yang menguntungkan kehidupan rayap.

Bagian komponen bangunan yang rawan terhadap serangan rayap adalah balkon, teras, sambungan talang air hujan, kerangka atap, ventilasi, hubungan antara dinding bata dan ampik kayu, serta hubungan antara dinding bata dan atap. Juga sudut dinding, hubungan sudut antara kusen dan dinding batu, pasangan dinding yang berhubungan dengan bak bunga, retak-retak pada dinding bata, serta hubungan antara dinding dengan pondasi.

HARUS DILAKUKAN PADA TAHAP KONSTRUKSI

Untuk menanggulangi dan mengurangi tingkat kerugian akibat serangan rayap pada gedung-gedung publik, maka berdasarkan Undang-Undang No 28/2002 tentang bangunan gedung Pasal 18 Ayat 1 dikatakan bahwa setiap bangunan harus tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan alam, seperti gempa bumi, longsor dan serangga perusak.

Untuk itu harus didukung ketetapan pemerintah yang dijalankan secara ketat mengenai persyaratan teknis bangunan gedung khususnya ketentuan tentang pencegahan dan pengendalian terhadap serangan rayap, yang merupakan bagian dari Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung, dimana ketentuan tersebut bukan hanya mengatur proses IMB/ retribusi tapi juga harus diikuti dan ditindaklanjuti upaya pembinaan dan pemberdayaan masyarakat akan pentingnya keselamatan bangunan gedung.

Secara umum penanggulangan bahaya rayap harus dimulai pada tahap prakonstruksi untuk mencegah masuknya rayap ke dalam bangunan gedung. Tindakan penanggulangan bahaya rayap prakonstruksi dapat dilakukan dengan pendekatan rancang bangunan gedung tahan rayap, penggunaan kayu awet atau diawetkan melalui tindakan pengawetan kayu, dan pemberian perlakuan tanah sebagai penghalang kimia.

Hal lain adalah harus adanya peningkatan dalam penelitian yang dilakukan oleh badan litbang instansi terkait, mengenai klasifikasi kayu sebagai bahan bangunan yang tahan terhadap serangan rayap, baik jenis kayunya maupun setelah jenis kayu tersebut dilakukan treatment khusus untuk menanggulangi bahaya serangan rayap.

Jika bandingkan antara biaya anti rayap dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian kayu untuk kusen, pintu, jendela, dan konstruksi plafon/atap, maka biaya anti rayap sangat kecil. Namun demikian semua itu akan menjadi sangat murah jika service tersebut dilakukan sebelum mendapat serangan rayap. Mengapa ? Karena jika dilakukan sebelum muncul serangan rayap, hanya akan terbebani oleh biaya anti rayap saja.

Seandainya anti rayap dilakukan setelah mendapat serangan rayap, maka harus mengeluarkan biaya perbaikan/renovasi terhadap kerusakan yang telah terjadi.

Bebas dari serangan rayap berarti rutinitas aktivitas tidak akan terganggu. Mengapa tidak mengantisipasi serangan rayap sedini mungkin daripada dibuat pusing kemudian? Mencegah lebih murah dari pada membasmi.

RAYAP BEKERJA 24 SEHARI, 7 HARI SEMINGGU

Serangga merupakan biang keladi dari semua kerusakan kayu-kayu konstruksi bangunan yang bekerja 24 sehari, 7 hari seminggu, dan 54 minggu setahun, ada 3 (tiga) tujuan yang mendasari termite control service atau anti rayap yaitu mencegah, membasmi dan mengendalikan.

MENCEGAH. Suatu langkah yang sangat bijaksana, karena dapat mengantisipasi serangan rayap yang berasal dari luar bangunan. Seandainya suatu ketika muncul laron-laron yang beterbangan saat senja hari dan salah satu dari mereka berhasil memperoleh tempat untuk bertelur, maka rayap yang berasal dari telur-telur laron tidak akan mampu memakan kayu-kayu yang telah terlindungi termitisida/obat rayap dan tidak bisa menembus lapisan tanah yang telah dilindungi oleh termitisida.

MEMBASMI. Biasanya dilakukan oleh Anda yang belum mengetahui dan mengerti termite control service. Hal ini wajar karena mungkin Anda menganggap service ini tidak penting.

MENGENDALIKAN. Tujuan akhir yang benar-benar jangan sampai terjadi, karena hal ini dikarenakan pelaksanaan service yang sangat terlambat dan rayap sudah menyebar ke seluruh bagian bangunan. Rayap tidak mungkin terbasmi atau dapat dihilangkan secara total, karena jalur lalu lintas rayap benar-benar luas dan tersembunyi. Namun demikian service yang peroleh dapat memperpanjang usia bangunan Anda dan mengendalikan serangan rayap agar tidak menimbulkan kerusakan fatal.

Secara garis besar pelaksanaan termite control dilakukan dalam 2 (dua) macam metode, yaitu pertama Pre-construction termite control (metode pra konstruksi) Yaitu termite control yang dilakukan saat bangunan sedang dibangun, yang meliputi pekerjaan penyemprotan galian pondasi, penyemprotan seluruh permukaan lantai/tanah bangunan sebelum pengecoran, dan penyemprotan seluruh permukaan kayu-kayu sebelum dipasang pada konstruksi plafond dan atap.

Yang kedua Pos construction termite control (metode pasca konstruksi) Yaitu termite control yang yang dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri dengan jalan menginjeksikan termitisida/obat pembasmi rayap ke dalam tanah dibawah lantai sepanjang pondasi bangunan yang jarak antar lubang injeksinya + 60 - 80 cm, dengan diameter lubang max. 13 mm. Sedangkan untuk kayu-kayu yang telah terpasang dilakukan penyemprotan langsung dengan termitisida.

Jumat, 09 Mei 2008

LATAR BELAKANG KAMI

Kami HAKNUSA TAPEKON RAYA telah berdiri sejak tahun 1995. Dari awal berdirinya perusahaan, kami telah memiliki visi yang jelas dalam bidang service pest dan termite control. Untuk itu, kami selaku pihak yang melakukan jasa pest dan termite control, selalu melakukan beberapa analisa serta penelitian yang dibutuhkan guna mengikuti perkembangan pest dan termite secara global. Selama beberapa tahun awal kami mendapatkan training dan lisensi langsung dari Taylor’s Pest Control – Australia.

Kami fokus menangani masalah pengendalian hama pengganggu, missal lalat, nyamuk, rayap, tikus dan sebagainya. Lingkup ruang kerja kami selama ini sangatlah luas, meliputi perumahan, business, residence, villa, perkantoran, hotel, pergudangan, kapal laut, kereta api, pesawat terbang, restoran, industri dan masih banyak lagi. Sampai saat ini kami menangani sekitar 3000 klien yang hampir semuanya tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Kami juga sangat menyadari bahwa pekerjaan yang kami lakukan ini berhubungan dengan lingkungan hidup. Untuk itu perusahaan kami berkomitmen selalu menggunakan bahan kimia serta metode kerja yang benar-benar aman bagi lingkungan hidup sekitarnya. Bahan-bahan kimia tersebut sudah mendapat persetujuan langsung dari badan kesehatan dunia, khusunya makanan dan minuman (FAO) serta departemen kesehatan Indonesia.

Dalam melakukan pekerjaan pest dan termite control, kami selalu memberikan beberapa saran serta anjuran kepada pihak pelanggan agar mereka melakukan pembenahan pada sistem sanitasi dan kebersihan, karena dengan cara ini tingkat populasi hama pengganggu dapat ditekan seminim mungkin. Kami juga akan melakukan analisa secara bertahap dan continue pada periode tertentu untuk selalu memonitor perkembangan populasi hama pengganggu pada area yang telah menjadi tanggung jawab kami.

Dengan bekal pengalaman dan metode pelatihan, perlengkapan serta bahan kimia yang memadai kami selalu melakukan service pest dan termite control secara profesional dan penuh tanggung jawab. Dengan penawaran yang kami berikan, kami berharap dapat diberikan kepercayaan pada pihak kami untuk melakukan service pest dan termite control sesuai dengan permintaan customer. Karena kami akan selalu mengutamakan kepuasan, keamanan dan kenyamanan para pelanggan kami.

TERMITE (RAYAP) CONTROL

Secara garis besar ada 2 metode untuk pengendalian hama rayap:

1. Metode Barrier System

· Metode pengontrolan hama rayap dengan menginjeksikan chemicals anti rayap ke dalam lapisan tanah. Dengan adanya chemicals dalam lapisan tanah mampu mencegah rayap untuk membuat sarang pada area tanah tersebut, sehingga tanah anda akan terlindung dari serangan rayap.

· Metode barrier bisa dilakukan pada tahap Pre-Construction (sebelum tanah dirabat) dan Post-Construction (setelah tanah dirabat / bangunan jadi).

Pre-Construction, dilakukan injeksi obat secara merata pada tanah, taman dan penyemprotan plafon, pemasangan sistem pipa, sehingga bisa mempermudah proses pengisian ulang setelah masa garansi selesai.

Post-Construction, dilakukan pengeboran lantai mengikuti keliling pondasi, dari lubang tersebut akan diinjeksikan chemical anti rayap, setelah selesai akan dilakukan penutupan lubang dengan semen atau resin sesuai warna lantai. Penyemprotan plafon, injeksi area taman, pemberian bubuk (powder) ke dalam saklar listrik.

2. Metode Umpan (Baiting System), sangat efektif digunakan untuk memonitor aktifitas rayap. Dapat digunakan untuk melindungi rumah, taman dari serangan rayap.

PEST CONTROL

Nyamuk memperlihatkan ancaman yang nyata bagi kesehatan dan mengganggu manusia dan hewan. Nyamuk dapat menularkan banuak jenis penyakit, antara lain: demam berdarah, malaria, kaki gajah, chikungunya, serta radang otak.

- Nyamuk Aedes Aegypti menularkan penyakit demam berdarah.

- Nyamuk Anopheles menularkan penyakit malaria.

- Nyamuk Culex Quiquefasciatus menularkan penyakit kaki gajah.

Lalat dikenal sebagai serangga “jorok” yang membawa banyak penyakit. Bagian bulu serta kaki lalat diketahui sebagai pembawa penyakit. Lalat dapat menularkan banyak jenis penyakit, antara lain typhoid, colera, desentry, tuberculosis, tetanus, antrax, leprosy, trachoma, erysipelas, gonorrhea, dll.

Kecoa mendapat perhatian khusus dalam hal sanitasi karena perilaku hidupnya, kecoa terbiasa mengeluarkan makanan yang baru dikunyah atau memuntahkan makanan dari lambungnya. Kecoa seringkali membawa virus penyakit maupun jamur, antara lain virus histolitica, trihomonas hominis, giardia intestinalis, balantidium coli, eschericia coli, sthaphylococcus aureus, klebsiella pneumoniae, virus hepatitis. Kontak lansung dengan kecoa dapat menimbulkan efek dermatitis kulit, edema kelopak mata, gatal, dan reaksi alergi lainnya.

Semut sebagai pengganggu (nuisance) di dalam dan di sekitar gedung. Semut juga berpotensi menularkan penyakit pada manusia dan hewan. Secara mekanik semut dapat membawa bibit penyakit seperti desentry, smallpox dan bekteri pathogen lain termasuk salmonella.

Tikus merupakan binatang perusak nomor satu di dunia. Selain dapat merusak barang dan bangunan, juga dapat membawa bahaya penyakit bagi manusia, terutama penyakit pes.

Haknusa Tapekon Raya menyadari dengan sepenuhnya bahwa kebutuhan untuk adanya suatu usaha pengontrolan terhadap populasi serangga yang dapat merugikan kehidupan manusia, sangat diperlukan saat ini. Untuk itu, Haknusa Taekon Raya hadir dengan berbagai treatment, chemical serta peralatan yang sangat memadai untuk melakukan suatu program pengendalian terhadap serangga yang merugikan manusia.

Pengendalian nyamuk: Fogging (untuk area luar bangunan), Ulv (untuk area dalam bangunan), serta Pemberian Abate di area selokan. Semua jenia treatment ini akan dilakukan secara teratur sehingga nyamuk tidak dapat berkembang biak.

Pengendalian lalat: Spraying serta Pemberian Umpan. Spraying dilakukan secara berkala terhadap area yang biasa dihinggapi oleh lalat. Umpan lebih efisien.

Pengendalian kecoa: Spraying serta Dusting (pemberian bubuk) pada setiap area yang seringkali dijadikan sarang kecoa. Kecoa pada umumnya bersarang dia area gelap, lembab dan ada makanan, antara lain: di toilet serta pojok-pojok dapur. Kami melakukan spraying secara berkala pada area tersebut.

Pengendalian tikus: Kami memberikan umpan yang bertujuan membunuh tikus secara langsung. Pada area plafon dipasang perangkap atau lem tikus, memberikan chemical khusus untuk area taman (berupa gas).

Haknusa Tapekon Raya telah berpengalaman lebih dari 11 tahun dalam bidang pengendalian hama rayap dan serangga.

Dengan didukung metode training serta metode recruitement yang benar-benar selektif, kami berusaha selalu menciptakan teknisi yang handal dan penuh tanggung jawab serta benar-benar memiliki keahlian yang memadai. Saat ini kami mempunyai sekitar 50 tenaga kerja dan staff yang telah berpengalaman di bidang pengendalian hama rayap dan serangga. Misi kami adalah selalu meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh para teknisi kami serta menciptakan kontinuitas dan konsistensi dalam bekerja.

Kami juga mengadakan analisa dari hasil pekerjaan kami di lapangan dan memantau mengenai populasi serangga yang terjadi, dengan langkah-langkah efektif untuk membantu bapak/ibu mengatasi masalah serangga, rayap dan tikus.

Chemicals yang digunakan adalah yang berbahan ramah lingkungan. Penggunaannya sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan. Kami mengadakan riset di laboratorium untuk selalu memonitor chemicals yang akan kami gunakan di lapangan.

Apabila anda mempunyai masalah dengan serangga, rayap atau tikus, silahkan hubungi kami.

Pelayanan kami meliputi:

o Pengendalian hama serangga (Pest Control)

o Pengendalian hama rayap (Termite Control)

o Pengendalian tikus (Rodent Control)

o Fumigasi

FAKTA TENTANG RAYAP

Fakta mengenai rayap :

1. Rayap bisa digolongkan sebagai makhluk hidup paling tua di dunia. Rayap sudah ada sejak 100 juta tahun yang lalu

2. Ada 3 jenis kasta dalam rayap : kasta prajurit, kasta pekerja, dan kasta reproduktif

3. Kasta pekerja merupakan jumlah terbesar dalam suatu koloni, jumlahnya dapat mencapai 90% dari keseluruhan koloni.

4. Kasta pekerja tidak bersayap, steril dan buta. Kepalanya berwarna pucat hampir serupa dengan wana tubuh yang lain

5. Pada rayap kayu kering dan rayap kayu basah tidak benar-benar memiliki kasta pekerja, melainkan kasta pekerja berasal dari kelompok rayap muda yang akan berkembang menjadi kasta prajurit atau reproduktif

6. Kasta prajurit memiliki ciri khusus berupa bentuk kepala yang besar dan memiliki capit pada kedua sisi kepalanya.

7. Kasta reproduktif merupakan kasta dari calon ratu dan raja. Ratu rayap bisa mencapai ukuran 5 – 9 cm karena mengalami penggelembungan pada perut, usus, dan lemak tubuh. Ratu tidak bergerak hanya tinggal dalam ruangannya yang dinamakan ruang ratu

8. Beberapa perilaku rayap:

§ Saling menyuapi atau tropalaksis

Kasta prajurit dan kasts reproduktif (ratu dan raja) tidak bisa mencari makanan sendiri. Sumber makanan diperoleh dari kasta pekerja melalui perilaku saling menyuapi atau tropalaksis. Perilaku ini merupakan perilaku yang penting dalam koloni rayap, antar anggota bersifat senang saling menjilat, menyuapi, dan bersentuhan.

§ Senang bersembunyi atau kriptobiotik

Sifat lainnya, yaitu senang bersembunyi, menjauhi cahaya kecuali pada saat menjadi laron.

§ Kanibal

Pada kondisi sumber makanan terbatas, rayap seringkali menjadi kanibal. Perilaku kanibal ini sebagai mekanisme untuk menjaga keseimbangan energi di dalam koloni

§ Sistem komunikasi

Karena rayap mempunyai sistem penglihatan yang buruk mendekati buta, maka sistem komunikasi melalui suara dan cairan kimia.

§ Organ sensor

Dalam tubuh rayap mempunyai beberapa organ sensor :

1. Antena

Pada antena rayap bisa mendeteksi sumber air/kelembaban, serta feromon, yaitu cairan kimia yang sering dikeluarkan rayap sebagai peringatan kepada rayap lain apabila ditemukan makanan, atau ada musuh

2. Mulut

Mulut digunakan sebagai pengecap rasa

§ Senyawa Kimia

Feromon adalah senyawa kimia yang dikeluarkan oleh tubuh rayap. Feromon sangat penting dalam siklus hidup rayap. Feromon digunakan untuk peringatan apabila ada musuh, peringatan ada sumber makanan, pembangunan sarang, dan perkawinan

  • Rayap dewasa akan berubah menjadi laron pada awal musim hujan, laron mengadakan perkawinan dan sang betina akan menjadi ratu dan membuat koloni baru.
  • Rayap memakan selulosa pada kayu.
  • Rayap membutuhkan keadaan lembab.
  • Kayu yang lembab dan berjamur digemari oleh rayap. Pohon bambu dan palm dapat menarik minat rayap.
  • Plafon yang bocor, furniture yang lembab, serta kondisi tanah yang lembab dan berair berpotensi sebagai tempat membuat sarang bagi rayap.
  • Banyak kerugian yang diciptakan oleh rayap, misalnya plafon yang ambruk, mebel yang kropos, tanaman mati, kemasan prodek hancur dimakan rayap, barang digudang rusak karena digerogoti rayap, dan masih banyak lagi lainnya. menurut penelitian pada tahun 2003, diperkirakan jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh rayap di ibu kota Jakarta mencapai 4,6 trilyun Rupiah!!!

FAKTA TENTANG NYAMUK

Fakta mengenai nyamuk :

  1. Nyamuk adalah serangga yang bertelur
  1. Perkawinan antara nyamuk jantan dan betina terjadi di udara. Nyamuk jantan terbang bergerombol sehingga terlihat seperti awan, kemudian sang betina masuk ke dalam gerombolan nyamuk jantan. Perkawinan tidak berlangsung lama, setelah kawin sanng jantan akan kembali ke gerombolannya
  1. Pada umumnya, nyamuk dikenal sebagai penghisap darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang menghisap darah hanya nyamuk betina
  1. Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang
  1. Pada umumnya, telur nyamuk ditelurkan di atas daun lembab dan kolam yang kering selama musim panas
  1. Telur menetas menjadi larva. Larva hidup di dalam air
  1. Larva berganti kulit menjadi pupa / kepompong
  1. Bagaimana nyamuk menghisap darah manusia ?
    • Nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghujamkan belalainya dengan tekanan
    • Yang pertama kali dilakukan yaitu: mengiris kulit. Nyamuk betina mempunyai gigi tajam yang menyerupai gergaji, gigi ini akan digerakkan maju-mundur sampai lapisan kulit sobek
    • Selanjutnya dilakukan proses pengeboran, setelah lapisan kulit sudah teriris, nyamuk betina menancapkan belalainya dan dilakukan pengeboran sampai mencapai pembuluh darah
    • Yang terakhir dilakukan proses penghisapan. Nyamuk betina menghisap darah dari pembuluh darah
  1. Mengapa bekas gigitan nyamuk terasa gatal dan bengkak?

Kulit manusia memiliki enzim yang dinamakan fibrinogen. Enzim ini bertujuan untuk menutup luka supaya cepat kering. Saat, nyamuk betina mengiris lapisan kulit, secara otomatis kulit akan mengeluarkan enzim fibrinogen untuk menutup luka tersebut, tetapi nyamuk mengeluarkan cairan yang bisa melawan enzim tersebut sehingga luka di kulit tidak bisa tertutup
Cairan yang dikeluarkan nyamuk ini yang menyebabkan rasa gatal dan bengkak, dan bagi sebagian orang cairan ini bisa menyebabkan alergi pada kulit